Skip to main content

PENGERTIAN OBSERVASI


Hasil gambar untuk OBSERVASI



Sedikit ulasan tentang observasi. Apa sih observasi itu? untuk apa dilakukan observasi? Apa saja jenis-jenis observasi? yuk mampir bentar buat baca ulasan di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Observasi adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Dalam hal ini, peneliti dengan berpedoman kepada desain penelitiannya perlu mengunjungi lokasi penelitian untuk mengamati langsung berbagai hal atau kondisi yang ada di lapangan. Penemuan ilmu pengetahuan selalu dimulai dengan observasi dan kembali kepada observasi untuk membuktikan kebenaran ilmu pengetahuan tersebut.
1.Tujuan Observasi
Dengan observasi kita dapat memperoleh gambaran tentang kehidupan sosial yang sukar untuk diketahui dengan metode lainnya. Observasi dilakukan untuk menjajaki sehingga berfungsi eksploitasi. Dari hasil observasi kita akan memperoleh gambaran yang jelas tentang masalahnya dan mungkin petunjuk-petunjuk tentang cara pemecahannya. Jadi, jelas bahwa tujuan observasi adalah untuk memperoleh berbagai data konkret secara langsung di lapangan atau tempat penelitian.

2.Jenis-jenis Observasi
Berdasarkan pelaksanaan, observasi dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu observasi partisipasi dan observasi non partisipasi.
a.Observasi partisipasi
Observasi partisipasi adalah observasi yang melibatkan peneliti atau observer secara langsung dalam kegiatan pengamatan di lapangan. Jadi, peneliti bertindak sebagai observer, artinya peneliti merupakan bagian dari kelompokyang ditelitinya. Keuntungan cara ini adalah peneliti merupakan bagian yang integral dari situasi yang dipelajarinya sehingga kehadirannya tidak memengaruhi situasi penelitian. Kelemahannya, yaitu ada kecenderungan peneliti terlampau terlibat dalam situasi itu sehingga proseduryang berikutnya tidak mudah dicek kebenarannya oleh peneliti lain.

b.Observasi non partisipasi
Observasi non partisipasi adalah observasi yang dalam pelaksanaannya tidak melibatkan peneliti sebagai partisipasi atau kelompok yang diteliti. Cara ini banyak dilakukan pada saat ini. Kelemahan cara ini antara lain kehadiran pengamat dapat memengaruhi sikap dan perilaku orang yang diamatinya.


Comments

Popular posts from this blog

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 SD

Kelas IV, Semester 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar       Mendengarkan 1.       Memahami instruksi sangat sederhana dengan tindakan dalam konteks kelas 1.1      Merespon dengan melakukan tindakan sesuai instruksi secara berterima dalam konteks kelas 1.2      Merespon instruksi sangat sederhana secara verbal dalam konteks kelas       Berbicara 2.       Mengungkapkan instruksi dan informasi sangat sederhana dalam konteks kelas 2.1   Bercakap-cakap untuk menyertai tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutur: mengenalkan diri, memberi salam/sapaan, memberi salam perpisahan, dan memberi aba-aba 2.2   Bercakap-cakap untuk meminta/memberi jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan, meminta barang, dan m...

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR BAHASA INGGRIS KELAS 5

Kelas V Semester 1 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar        Mendengarkan 1.       Memahami instruksi sangat sederhana dengan tindakan dalam konteks sekolah 1.1   Merespon instruksi sangat sederhana dengan tindakan secara berterima dalam konteks kelas dan   sekolah 1.2   Merespon instruksi sangat sederhana secara verbal       Berbicara 2.       Mengungkapkan instruksi dan informasi sangat sederhana dalam konteks sekolah 2.1   Bercakap-cakap untuk menyertai tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutur: memberi conto h melakukan sesuatu, memberi aba-aba, dan memberi petunjuk 2.2   Bercakap-cakap untuk meminta/memberi jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan, memberi bantuan, meminta barang, dan memberi barang 2.3   Berca...

PENGGUNAAN METODE BELAJAR KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS

ABSTRAK PENGGUNAAN METODE BELAJAR KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SDN 1 KEBON JERUK BANDAR LAMPUNG OLEH RIAPANDI Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS menggunakan metode belajar kelompok siswa kelas V SDN 1 Kebon Jeruk Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 melalui metode belajar kelompok. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Objek penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 29 siswa. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru. Pengumpulan data hasil belajar siswa diperoleh melalui soal pre tes dan post tes (evaluasi). Data dianalisis menggunakan teknik presentase dengan membandingkan standar ketu...